Langsung ke konten utama

Postingan

28th April

I always want to be a writer. Always . . . But the fact is . . . I can't even write my own bachelor thesis well. I am still working on it. I don't know when this thing will be finished. I've been sleeping too long, living while dreaming. Today, in the 28th of April, i don't want to say that my life will dramatically change soon. I had done that for many times: saying that i will change my attitude and then my life. Today i just realized that my burden is lighter now since i've got trapped in my own trap. Hoping that everything will be better after this. Aamiin.

J.

Aku tinggal disebuah tempat, banyak yang menyebutnya rumah kedua . . namun tak menghuninya,  AKu tak memanggilnya begitu, entah kenapa . . . aku tinggal disebuah tempat, banyak yang menyebutnya rumah kedua . . numun tak menghuninya,  Aku tak memanggilnya begitu, namun aku habiskan waktu banyak di dalamnya,  aku berperan . . kadang jadi adik, jadi kakak, jadi tante, jadi ibu . . kadang jadi nenek (*apalagimenemukanorangorangkelahiran '99 dan 2000), he Aku tak memanggilnya begitu,  mungkin karena takut harus pergi, lalu kembali dan merasa asing . . . Aku tak memanggilnya begitu, tapi aku disini,  dan merasa seperti dirumah,  Merasa seperti dirumah,  merasa dicintai, merasa nyaman, merasa harus merapikan, merasa harus menyamankan, merasa harus memeriahkan, . . . Harus!!! Agar nyaman,  Agar semarak, Agar rumahnya dapat disenyumi dengan bahagia, Merasa seperti dirumah,  merasa harus memeluk saat ada...

Ngalorngidul

Suatu hari berkenalan dengan seseorang, lalu lanjut menyatroni hidupnya lama. Jadi seorang teman, teman baik, teman dekat, teman tidak baik, tidak dekat, sampai jadi teman yang paling tidak ingin ditemui. Hubungan kami kini baik, dahulu aku kagumi ia, kini pun . . . Ia ramah, tak banyak bicara, lucu, banyak berteman, dan sangat banyak berpikir. Aku tidak merasa bahwa aku bodoh, namun melihat dan mendengarnya, ya . . aku tidak cerdas.  Ia tidak banyak menjelaskan, tapi sekali lagi . . . ia banyak berpikir.  Orang orang tak banyak mendengarkan ia . . . tapi ia banyak memikirkan orang orang.  Aku tersenyum setiap kali ia berusaha menjelaskan, kadang lancar, kadang terbata bata . . . kadang juga tak menjelaskan dengan lancar dan lantang karena begitu sensitif dengan garis kening lawan bicara yang menunjukkan kurang paham. Tapi saat itu, ia berusaha keras. Aku tahu . .  Sekali ia diberi bahasan untuk dipikirkan, ia akan disana untuk waktu yang cukup lama, b...

Kami

Masih teringat suatu hari 5 tahun yang lalu,  "Na, ada yang nawarin UNPAD-Hubungan Internasional 40 juta. Mau ga? Kalau mau nanti abak cariin uangnya," kata abak dengan excited dan berbinar binar. Kami tinggal di sebuah rumah dengan 2 kamar tidur, satu buah ruang serbaguna untuk menerima tamu, makan, juga persiapan memasak (dulu lantai dapur tempat kami memasak, lantai yang bawahnya adalah paralon saluran air dari kamar mandi retak, jadi tak bisa mempersiapkan makanan di dapur, dapur hanya jadi tempat menggoreng.  "40 juta bak?," aku mengkonfirmasi. Tak begitu heran dengan angka untuk sebuah kursi di perguruan tinggi, kisarannya memang segitu yang sering ku dengar, yang mengherankan adalah seorang abak sedang menawarkan menukar peluhnya dengan kursi itu. Aku tersenyum terharu, berarti dia begitu mendengarkan celotehku tentang cita cita menjadi seorang diplomat.  Bukan so'baik, tapi itu memang nilai yang terlalu besar untuk abak perjuangkan atas seoran...

Rana dan Kakak

“Ibu, aku juga mau beli yang seperti kakak . . ., “ kata Rana sambil menarik baju ibunya ke Syaamil Quran. “Apa sayang? ” jawab ibu sabar. Rana menunjuk Alquran yang baru dibelikan ibu untuk kakak sebagai hadiah tamat IQRO 6. Warnanya pink, ada terjemahan juga di dalammya. Rana tampaknya begitu tertarik dengan Alquran manis milik kakaknya itu. “Rana kan masih IQRO 3, tamatkan dulu sampai IQRO 6, nanti ibu belikan. Oke?” jawab ibu membujuk. Rana sedih, matanya mulai berair. “Tapi nilai IQRO Rana kan bagus terus, sebentar lagi pasti IQRO 6,” jawab Rana. Ibu hanya tersenyum, mereka melanjutkan perjalanan menyusuri mall. Rana juga ikut berjalan sambil mengusap air matanya. “Nih, bawain Alquran baru kakak, nanti kakak pinjemin kalau Rana udah bisa bacanya, ” kata kakak sambil menyodorkan keresek berisi Alquran yang baru ia beli. Rana cukup senang, sedihnya terobati karena bisa memegang Alquran cantik milik kakaknya. “Alqurannya mau kakak bawa ke sekolah?, ” ta...

Lalala, breakfast note. .

Terkadang kita tak sadar bahwa telah berenang terlalu dalam, agak jauh untuk kembali menghirup oksigen dari udara dan melihat mentari . . Ketika sadar, bukan berarti harus segera naik, anda berenang kan? bukan tenggelam. . Tak sadar pun saat tidur begitu pulas, bukan berarti harus langsung beranjak lari kan? Juga menatap terlalu lama, bukan berarti harus segera beranjak . . . :) Bukan mengacuhkan titik balik, tapi . . setiap langkah yang telah terlewati, bagaimanapun likunya, that's a part of your life, those are the steps your feet had been taken, right? whatever the reasons are,. perlahan berenanglah ke atas, atau bila ingin nikmati pemandangan yang ada, kumpulkan nyawa, bila ingin beranjak,. tak perlu terburu buru, tersenyumlah dulu, bila ingin lebih lama tak apa . . :) haha, agar tak hanya mengutuk dan menyesali, ada indahpun yang pernah terjadi. . :)

malam malam..

malam ini tak didorong perasaan gundah, laptop dibuka lalu mulai menulis, menulis apa? tak tau . . . tak cukup galau untuk bercerita kesedihan, tak cukup bahagia untuk bercerita mengenai lonjakan nasib dan kenyataan. . . tapi tidak pula biasa saja, yaahhh, begitulah. .  tak semua yang kamu rasakan selalu berlabel "senang", atau "sedih" kan? haha.. hhh. .  mulai jenuh dan lelah bercerita seperti yang lalu, bukan berarti tak pernah galau lagi, tapi itu tidak menjadi hal spesial yang dengan antusias ingin aku ceritakan lagi, hee :) :) haha, aku tengok sebentar halaman sosial media atas nama aku, sebuah status tentang pohon. Jadi suatu hari aku bangun tidur dengan perasaan kacau, yaaa wanita, ada saja kalanya bangun dengan mood dibawah rata rata, lalu masih berbaring di tempat tidur, ter-update beberapa status di media sosial,. . salah satunya: puisi pagi, puisi pagi, tak tidur tak mau bangun tak ada alasan memaksa tak ada panggilan menyapa atau tak terdengar...